Ingin kabur ke luar negeri

August 31st, 2008 by jackirwan

Dari teman yang belajar di luar negeri (

Boston

,

USA

), saya dengar bagaimana aman dan teraturnya negara tempat dia belajar. Di

sana

hukum ditaati dan perbedaan hidup golongan the have dan the have not tidak mencolok, sebab si kaya dipotong pajak besar (separuh dari pendapatannya) dan si miskin dibantu, bukan hanya agar tidak kelaparan, tetapi juga kesehatan dan tempat tinggalnya. Polusi sedikit, sebab banyak taman yang luas di tengah-tengah

kota

.

Saya jadi ingin berjalan, berlari, merangkak, menyeret diri hanya agar bisa keluar dari ”negeri ajaib” ini. Suatu negeri di mana satu orang kekayaannya hampir setara Bill Gates, tetapi orang lainnya busung lapar atau makan sop kucing.

Saya bukannya tidak mencintai negeri ini, jaman kuliah dulu, atas nama senat mahasiswa, saya bersama teman-teman berkali-kali membantu memotori bazar sembako yang kalau ditotal mencapai 15.000 paket. Untuk setiap kali pelaksanaan selama tiga hari, saya hanya tidur 12 jam. Saya harus membungkus puluhan drum minyak goreng dan berton-ton beras. Bersama teman-teman, saya memberi pelajaran tambahan dan menolong biaya sekolah anak-anak tidak mampu di sekitar kampus. Masih banyak lagi kegiatan yang kami lakukan, saya jadi malas menyebutnya.

Namun, apa saja yang kami lakukan rasanya sia-sia. Berapa banyaknya pun sembako yang dijual murah, tetap saja banyak yang lapar. Bensin jadi lebih mahal, dollar mulai merangkak naik dan SARA masih saja jadi biang kerok kerusuhan, peperangan, dan pertumpahan darah. Katanya Bhineka Tunggal Ika, tetapi masih ada saja yang di anaktirikan. Dalam tiap perjalanan harus disediakan tiga ribuan uang receh buat anak-anak miskin dan pengamen. ”Jangan pakai perhiasan” adalah mantra orangtua kalau mau anaknya pulang dalam keadaan utuh.

Usaha kami seperti menebar gula kelautan. Ini adalah persoalan bapak-bapak dan ibu-ibu di gedung kura-kura kembar (gedung DPR) yang selalu muncul di TV dan selalu dikerubuti wartawan. Saya lelah dan rasanya ingin kabur saja ke luar negeri…."